Wednesday, June 19, 2013

Penting - Fatwa Imam Mahdi Naser Muhammad Al-Yamani Seputar Konflik di Suriah



http://www.mahdi-alumma.com/showthread.php?13407
Imam Naser Muhammad Al-Yamani
06- 08 - 1434
هـ
15- 06 - 2013
مـ
04:40
صباحاً
ـــــــــــــــــــــــــ



عاجل...فتوى الإمام المهدي ناصر محمد اليماني إلى علماء المسلمين وحكوماتهم وأمّتهم بشأن ما يحدث في سوريا..

Penting...Fatwa Imam Mahdi Naser Muhammad Al-Yamani kepada para alim-ulama kaum muslimin dan para penguasa kerajaan mereka beserta rakyat jelata, tentang apa yang terjadi di Suriah..

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Penyayang lagi Maha Mengasihani, sholawat dan salam tetap terlimpahkan ke atas seluruh para Nabi, para pemimpin yang membawa hukum Kitab Allah dari awal mereka hingga ke penutup mereka Nabi Muhammad Rasulullah – semoga sholawat tetap tercurahkan kepada baginda, ahli keluarga baginda beserta ahli keluarga para nabi dan rasul, serta seluruh kaum muslimin pada setiap zaman dan tempat sehinggalah hari kiamat. Kami tidak membeza-bezakan seorangpun di antara para rasul Allah sedang kami ini, kepada-Nya kami menyerahkan diri, Amma ba'd..

Sesungguhnya aku ini benar-benar Imam Mahdi yang telah Allah jadikan pada namaku sebuah tema terhadap urusanku NaserMuhammad – Pembela Muhammad,
وجاء التواطؤ للاسم (محمد) في اسمي في اسم أبي لكي يحمل الاسم الخبر، ذلكم اسم المهدي المنتظر (ناصر محمد).
dan juga telah dinyatakan bahawa persekongkolan, keharmonian dan kerjasama lagi sepakat bagi nama Muhammad yang ada pada namaku, terdapat pada nama ayahku, agar nama itu membawa sebuah pemberitaan. Itulah nama Imam Mahdi Naser Muhammad Allah tidak mengutusku sebagai seorang nabi yang baru dengan sebuah kitab yang baru. Bahkan sifatku terdapat pada namaku NaserMuhammad – Pembela Muhammad kerana penutup para Nabi dan para Rasul seluruhnya adalah Muhammad Rasulullah SAW. Allah mengutus Imam Mahdi Naser Muhammad – sebagai Pembela Muhammad, yakni hanyalah sebagai pembela, sebagai penolong dan pengikut Muhammad Rasulullah SAW, iaitu dengan jelasnya sebagai seorang pembela, penolong dan pelaksana terhadap apa yang dibawa oleh Muhammad Rasulullah SAW. Aku seru kaum muslimin, kaum nasrani, kaum yahudi serta manusia seluruhnya, agar mereka menyembah Allah yang Maha Esa tiada sekutu bagi-Nya, dan aku seru mereka agar menyambut seruan dakwah untuk kembali berhukum dengan hukum-hakam dari kitab Allah yang terjaga lagi terpelihara dari sebarang perubahan, iaitu Al-Qur'an yang agung.

Barangkali seorang kekasihku di jalan Allah ingin mengatakan: “Wahai Imamku, sesungguhnya kaum Syiah telah berfatwa kepada kaum muslimin agar berjihad bersama saudara-saudara Syiah mereka di Suriah, demikian juga para alim-ulama Sunni beserta yang sealiran dengan mereka begitu pula. Mereka juga berfatwa kepada kaum muslimin agar berjihad bersama saudara-saudara Ahli Sunnah wal Jama'ah mereka di Suriah, apakah seorang muslim layak memerangi muslim yang lain lalu menumpahkan darah membunuhnya? Inikah yang dikatakan sebagai sebuah 'jihad' di jalan Allah?”

Untuk itu, Imam Mahdi Naser Muhammad Al-Yamani menjawab kepada semua penanya dan aku katakan: “Sesungguhnya aku tidak tahu adakah terdapat dalam kitab Allah, layak bagi seorang mukmin untuk membunuh mukmin yang lain, lalu kemudian yang demikian dianggap sebagai sebuah 'jihad di jalan Allah'. Katakan, datangkanlah bukti kalian jika sungguh kalian orang yang benar? Bagaimana-lah kaum mukminin sampai dapat difitnah dengan bunuh membunuh sesama mereka, sehingga kaum Syiah mengatakan bahawa yang demikian ini adalah jihad di jalan Allah! Begitu juga para alim-ulama Ahli Sunnah wal Jama'ah juga mengatakan perkara yang sama, ini merupakan jihad fisabilillah! Ya Subhanallah, aduhai Maha Suci Allah yang Maha Agung. Apakah kaum Syiah mempunyai satu Tuhan sendiri manakala kaum Sunni Ahli Sunnah wal Jama'ah pula mempunyai satu Tuhan sendiri juga, ataupun sesungguhnya Tuhan mereka adalah Tuhan yang sama, Tuhan yang Maha Esa? Tiada tuhan yang berhak disembah kecuali Dia, Tuhan langit dan bumi serta apa yang ada di antara keduanya. Dia-lah Tuhan yang memiliki Arasy yang agung, Dia-lah Allah, Tuhan alam semesta.

Sekiranya jawaban dari para alim-ulama Syiah dan Sunni, mereka sama mengatakan 'Bahkan Tuhan kami adalah Tuhan yang Maha Esa tiada sekutu bagi-Nya,Tuhan kami adalah Allah, Tuhan sekalian alam', maka dari itu, Imam Mahdi Naser Muhammad Al-Yamani menjawab mereka dan aku katakan: “Maka hendaklah kalian semua menyambut seruan dakwah untuk kembali berhukum dengan hukum-hakam Kitabullah Al-Qur'an yang agung, jika sungguh kalian adalah orang-orang yang benar, agar kami mengeluarkan hukum dari muhkam ayat-ayatNya, sebagai sebuah keputusan dengan benar di antara kalian sekiranya kalian benar-benar beriman kepada Allah dan hanya menyembah kepada-Nya yang Maha Esa lagi tiada sekutu bagi-Nya, dan kalian beriman dengan kitab-Nya yang terjaga lagi terpelihara dari sebarang perubahan, Al-Qur'an yang agung.” Maka sambutlah seruan dakwah untuk kembali pada Allah, kembali berhukum dengan hukum-hakam dari Kitab Allah, dan tiadalah yang menjadi kewajiban ke atas Imam Mahdi Naser Muhammad Al-Yamani melainkan mengeluarkan hukum dari Al-Qur'an dan menetapkannya bagi kalian, sebagai sebuah hukum dan kata putus dari Allah terhadap apa-apa yang kalian perselisihkan.

Mungkin kaum muslimin umumnya mahu melemparkan kepada kami sebuah pertanyaan dengan mengatakan: “Apakah pula keputusan Allah antara dua kelompok yang saling berperang di antara satu sama lain di Suriah ini? Adakah kaum mukmin Syiah berhak untuk bergabung dengan saudara-saudara mereka mukmin Syiah yang lain untuk perang melawan musuh-musuh mereka?” Untuk ini, Imam Mahdi membalas mereka, aku katakan: Siapa pula 'mereka' yang dikatakan sebagai 'musuh' ini? Pastilah kaum mukmin Syiah akan menjawab: Mereka adalah kaum yang beriman kepada Allah dari kalangan Ahli Sunnah wal Jama'ah”. Oleh itu Imam Mahdi Naser Muhammad Al-Yamani membalas mereka dengan mengatakan: Sejak bila pula Allah mengizinkan kaum mukminin berperang sesama mereka? Bukankah Allah SWT berfirman:

وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ أَن يَقْتُلَ مُؤْمِنًا إِلَّا خَطَأً....صدق الله العظيم
Dan tidaklah layak bagi seorang mukmin untuk membunuh mukmin yang lain kecuali kerana tersalah [An-Nisaa’ : 92]

Dan kerana itu juga Allah SWT berfirman:

وَمَنْ يَقْتُلْ مُؤْمِنًا مُتَعَمِّدًا فَجَزَاؤُهُ جَهَنَّمُ خَالِدًا فِيهَا وَغَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِ وَلَعَنَهُ وَأَعَدَّ لَهُ عَذَابًا عَظِيمًا . صدق الله العظيم
Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya sedang Allah murka kepadanya, dan mengutuknya serta menyediakan azab yang besar baginya. [An-Nisaa’ : 93]

Wahai umat Islam, wahai para tetamu Allah di Baitullah Tanah Haram, kemarilah kalian semua agar dapat kita saksikan keputusan Allah dalam masalah ini, kalian akan dapati di Kitab Allah pada muhkam Al-Qur'an yang agung, bahawa sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepada para alim-ulama kaum muslimin dan penguasa kerajaan yang memerintah mereka serta para rakyat jelata, yaitu jika sekiranya terdapat 2 kelompok dari kaum muslimin berperang, maka wajib bagi penguasa kerajaan, pejabat dan pemerintah kaum muslimin, agar mengajak dan menyeru kepada kedua kelompok tersebut untuk berdamai, di antara keduanya diadakan kesepakatan, perbincangan, persetujuan dan kerjasama untuk menyelesaikan perselisihan yang ada di antara kaum muslimin yang saling berperang. Maka sekiranya sekelompok dari mereka telah menyahut seruan untuk berdamai dan berbincang demi mencari solusi bagi perselisihan yang terjadi di antara kaum muslimin, lalu kelompok yang satu lagi menolak untuk cenderung kepada perdamaian, maka pada point ini sahaja Allah telah mengizinkan kaum mukminin bergabung disisi kelompok yang pertama kembali tadi, untuk berjihad memerangi kelompok yang menolak cenderung kepada perdamaian. Maha Benar Allah SWT berfirman:

وَإِنْ طَائِفَتَانِ مِنْ الْمُؤْمِنِينَ اقْتَتَلُوا فَأَصْلِحُوا بَيْنَهُمَا فَإِنْ بَغَتْ إِحْدَاهُمَا عَلَى الأُخْرَى فَقَاتِلُوا الَّتِي تَبْغِي حَتَّى تَفِيءَ إِلَى أَمْرِ اللَّهِ فَإِنْ فَاءَتْ فَأَصْلِحُوا بَيْنَهُمَا بِالْعَدْلِ وَأَقْسِطُوا إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ . صدق الله العظيم
Dan jika ada dua golongan dari mereka yang beriman itu berperang hendaklah kamu damaikan antara keduanya! Tapi jikalau yang satu melanggar perjanjian terhadap yang lain, hendaklah yang melanggar perjanjian itu kalian perangi sampai cenderung kembali pada perintahAllah. Kalau mereka telah cenderung kembali, damaikanlah antara keduanya menurut keadilan, dan hendaklah kalian berlaku adil; sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil.  
[Al-Hujuraat : 9]

Maafkan aku atas takwil terhadap ayat ini kerana memang ianya merupakan fakta dari ayat-ayat Al-Quran yang muhkamat, yang jelas lagi menjelaskan dari ayat-ayat induk Al-Qur'an yang menerangkan, yang dapat diketahui dan difahami oleh seluruh alim-ulama umat ini beserta kaum muslimin umumnya

Wahai sekalian alim-ulama Syiah dan Sunni beserta para pengikut mereka, sesungguhnya akulah Imam Mahdi Naser Muhammad Al-Yamani, aku nyatakan keingkaranku terhadap fatwa kalian mengenai multipartai kalian, berkelompok-kelompok dan berpuak-puak di dalam urusan agama Allah, sedang aku ini adalah seorang yang lurus lagi berserah diri dan aku bukanlah dari golongan kaum musyrikin. Aku mengikuti Kitab Allah Al-Qur'an dan sunnah rasul-Nya yang benar, dan aku ingkar terhadap apa-apa yang menyalahi muhkam Kitab Allah Al-Qur'an yang agung, samaada yang terdapat pada kitab Taurat, ataupun yang ada di dalam Injil, maupun yang tercatat dalam hadits-hadits sunnah Nabi, maka dari itu sambutlah seruan dakwah orang yang mengajak untuk kembali berhukum dengan hukum Allah dan meninggalkan kelompok-kelompok, puak-puak serta multipartai kalian di dalam agama Allah. Oleh itu, janganlah kalian menyalahi perintah Allah yang terdapat pada muhkam kitab-Nya didalam firman Allah Ta'ala:

مُنِيبِينَ إِلَيْهِ وَاتَّقُوهُ وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَلَا تَكُونُوا مِنَ الْمُشْرِكِينَ ﴿٣١﴾ مِنَ الَّذِينَ فَرَّقُوا دِينَهُمْ وَكَانُوا شِيَعًا ۖ كُلُّ حِزْبٍ بِمَا لَدَيْهِمْ فَرِحُونَ ﴿٣٢﴾
Dan janganlah kalian termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah,iaitu orang-orang yang memecah-belahkan agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka. [Ar-Ruum : 31-32]

Pembenaran terhadap firman Allah Ta'ala:

...أَنْ أَقِيمُوا الدِّينَ وَلاتَتَفَرَّقُوا فِيهِ...صدق الله العظيم
Tegakkan-lah agama dan janganlah kalian berpecah belah tentangnya. [Asy-Syuura : 13]

Juga pembenaran terhadap firman Allah Ta'ala:

وَاعْتَصِمُوابِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعاً وَلاتَفَرَّقُوا.  صدق الله العظيم
Dan berpegang eratlah kalian semua kepada tali Allah serta janganlah kalian bercerai berai. [Al-Imraan : 103]

Barangkali ada seorang penanya ingin menyelaku dengan berkata: Mengapa tidak engkau tunjukkan padaku -wahai Naser Muhammad-tentang tali Allah, iaitu tali-Nya yang Dia telah perintahkan kepada kita agar kita berpegang teguh pada tali itu?”. Untuk itu, Imam Mahdi Naser Muhammad Al-Yamani membalas kepada para penanya dengan mengatakan: Kalian akan menemukan jawabannya di dalam muhkam Al-Qur'an, tentang tali Allah di mana kalian telah diperintah agar berpegang erat padanya dan agar kalian mengingkari segala sesuatu yang menyalahi muhkamnya, jawaban itu ada pada firmanAllah SWT:

يَاأَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَكُم بُرْهَانٌ مِّن رَّبِّكُمْ وَأَنزَلْنَا إِلَيْكُمْ نُورًا مُّبِينًا﴿١٧٤﴾ فَأَمَّا الَّذِينَ آمَنُوا بِاللَّـهِ وَاعْتَصَمُوا بِهِ فَسَيُدْخِلُهُمْ فِي رَحْمَةٍ مِّنْهُ وَفَضْلٍ وَيَهْدِيهِمْ إِلَيْهِ صِرَاطًا مُّسْتَقِيمًا ﴿١٧٥﴾  صدق الله العظيم
Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepada kalian bukti kebenaran dari Tuhan kalian. Dan telah Kami turunkan kepada kalian cahaya yang terang benderang.(174) Adapun orang-orang yang beriman kepada Allah dan berpegang teguh kepada kitab-Nya niscaya Allah akan memasukkan mereka ke dalam rahmat yang besar dari-Nya dan limpahan kurniaan-Nya. Dan menunjuki mereka kepada jalan yang lurus kepada-Nya.(175) [An-Nisaa’ : 174-175]

Dan mungkin pula ada seorang ulama dari golongan Al-Qur'aniyun (golongan yang hanya menerima Al-Qur'an – anti hadits) ingin berkata “Tidakkah engkau lihat wahai Naser Muhammad bahawasanya kami ini adalah golongan yang terselamat lagi berpegang teguh pada Al-Qur'an, bukankah engkau menyaksikan bahawa sesungguhnya Allah telah menyebutnya dalam bentuk mufrad (tunggal) kerana Dia berfirman: Adapun orang-orang yang beriman kepada Allah dan berpegang teguh kepada kitab-Nya, dan sekiranya Dia berfirman: dan orang-orang yang beriman kepada Allah dan berpegang teguh kepada keduanya, pastilah kami akan mengatakan bahawa yang dimaksudkan keduanya itu, adalah Al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah, akan tetapi Allah berfirman: Adapun orang-orang yang beriman kepada Allah dan berpegang teguh kepada kitab-Nya, yakni berpegang teguh hanya kepada Al-Qur'an, bermakna Allah SWT tidak memerintahkan kepada kita kecuali untuk mengikuti Al-Qur'an semata-mata dan meninggalkan sunnah Nabi”. Untuk ini, Imam Mahdi Naser Muhammad Al-Yamani menjawab mereka dan aku katakan: Akan tetapi aku Imam Mahdi Naser MuhammadAl-Yamani walau bagaimanapun jua sesungguhnya, Tuhanku telah memerintahkanku agar mengikuti Kitabullah dan Sunnah Rasulullah yang benar. Namun, ketika kalian menemukan di dalam hadits- hadits sunnah Nabi, sesuatu yang menyalahi dan bertentangan dengan muhkam Al-Qur'an yang agung, maka di situ Allah memerintahkan kalian agar berpegang teguh pada Al-Qur'an dan mengingkari hadits-hadits yang bertentangan dengan muhkam Al-Qur'an yang agung, jika kalian benar-benar beriman kepada Allah yang Maha Agung. Maka dari itu, sambutlah dan terimalah seruan dakwah untuk kembali berhukum kepada hukum-hakam Al-Qur'an, jika kalian benar-benar beriman kepada Al-Qur'an ini wahai sekalian muslimin.

Ingatlah demi Allah, Dzat yang tidak ada tuhan yang berhak disembah selain-Nya. Kalian tidak mampu untuk mengungguli dan mengalahkan apalagi buat menggoyahkan Imam Mahdi Naser Muhammad yang hadir dengan kemantapan dan keluasan ilmu dari Al-Qur'an yang agung, walaupun kalian tolong menolong untuk berbuat demikian, tidak kalian maupun para alim-ulama Yahudi dan Nasrani. Akan tetapi, sekiranya kalian enggan dan menolak untuk kembali berhukum dengan hukum Kitabullah Al-Qur'an, maka kelak aku katakan dengan perkataan yang telah diperintahkan kepada para nabi dan rasul agar mereka mengucapkannya:

فَسَوْفَ تَعْلَمُونَ مَن يَأْتِيهِ عَذَابٌ يُخْزِيهِ وَيَحِلُّ عَلَيْهِ عَذَابٌ مُّقِيمٌ .  صدق الله العظيم
Kelak kalian akan mengetahui siapa yang akan ditimpa oleh azab yang menghinakannya dan yang akan ditimpa azab yang kekal. [Huud : 39]

Olehyang demikian, sambutlah seruan dari penyeru Allah, seruan untuk kembalipada Allah, seruan agar kembali berhukum dengan hukum-hakam Kitabullah sekiranya kalian benar-benar beriman kepada Allah yang Maha Agung. Tidaklah menjadi kewajiban ke atas Imam Mahdi Naser Muhammad Al-Yamani melainkan agar dia mengeluarkan untuk kalian hukum-hakam Allah dan menetapkan keputusan itu di antara kalian dari muhkam Kitabullah Al-Qur'an Al-Azim. Tiadalah di sisi Imam Mahdi rujukan selain dari Kitabullah Al-Qur'an yang agung, yang terjaga lagi terpelihara dari sebarang perubahan, hinggakan sekiranya aku tinggal bersama kalian seperti tinggalnya Nabi Allah Nuh AS sebelum kedatangan taufan yang dahsyat iaitu lebih kurang selama 950 tahun, maka aku tidak akan pernah menerima selain dari Al-Qur'an itu sebagai pengganti, maka jadilah kalian semua terhadap yang demikian ini sebagai orang-orang yang menyaksikan. Sambutlah segera seruan dan dakwah untuk kembali berhukum kepada Kitabullah Al-Qur'an Al-Azim, rujukan yang haq bagi kitab Taurat, Injil dan rujukan bagi hadits- hadits sunnah kenabian. Maka penuhilah seruan, sambutlah ajakan dan dakwah untuk kembali berhukum dengan hukum-hakam Allah dari Al-Qur'an yang agung, kitab yang dijanjikan terpelihara lagi terjaga dari sebarang perubahan wahai sekalian kaum muslimin, wahai kaum Yahudi, wahai kaum Nasrani dan manusia seluruhnya, kerana Al-Qur'an itu merupakan pengajaran dan peringatan bagi semesta alam, bahkan bagi seluruh manusia dan jinn, maka mengapakah kalian tidak bertakwa? Apa urusan dan kesibukan kalian hinggakan kalian tidak menegakkan Kitabullah dan tidak menjadikannya sebagai timbangan, penilaian dan solusi dengan tidak melaksanakan hukum-hakamnya? Kecelakaan-lah bagi kalian dengan datangnya azab yang dahsyat (
من عذاب يمو عقيم) sebelum terjadi hari kiamat, benarlah firman Allah:

وَلَا يَزَالُ الَّذِينَ كَفَرُوا فِي مِرْيَةٍ مِنْهُ حَتَّىٰ تَأْتِيَهُمُ السَّاعَةُ بَغْتَةً أَوْ يَأْتِيَهُمْ عَذَابُ يَوْمٍ عَقِيمٍ.  صدق الله العظيم
Dan senantiasalah orang-orang kafir itu berada dalam keragu-raguan terhadap Al-Qur'an ini, hingga datang kepada mereka saat dengan tiba-tiba atau datang kepada mereka azab yang dahsyat.
[Al-Hajj : 55]

Barangkali ada seorang ingin bertanya: “Apakah itu azab yang dahsyat sebelum kedatangan hari kiamat?” Lalu untuk soalan ini, kami sudahi dengan jawaban dari muhkam Kitabullah. Allah SWT berfirman:

حم ﴿١﴾ وَالْكِتَابِ الْمُبِينِ ﴿٢﴾ إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُّبَارَكَةٍ ۚ إِنَّا كُنَّا مُنذِرِينَ ﴿٣﴾ فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ ﴿٤﴾ أَمْرًا مِّنْ عِندِنَا ۚ إِنَّا كُنَّا مُرْسِلِينَ ﴿٥﴾ رَحْمَةً مِّن رَّبِّكَ ۚ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ ﴿٦﴾ رَبِّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا ۖ إِن كُنتُم مُّوقِنِينَ ﴿٧﴾ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ يُحْيِي وَيُمِيتُ ۖ رَبُّكُمْ وَرَبُّ آبَائِكُمُ الْأَوَّلِينَ ﴿٨﴾ بَلْ هُمْ فِي شَكٍّ يَلْعَبُونَ ﴿٩﴾ فَارْتَقِبْ يَوْمَ تَأْتِي السَّمَاءُ بِدُخَانٍ مُّبِينٍ ﴿١٠﴾ يَغْشَى النَّاسَ ۖ هَٰذَا عَذَابٌ أَلِيمٌ ﴿١١﴾ رَّبَّنَا اكْشِفْ عَنَّا الْعَذَابَ إِنَّا مُؤْمِنُونَ ﴿١٢﴾ أَنَّىٰ لَهُمُ الذِّكْرَىٰ وَقَدْ جَاءَهُمْ رَسُولٌ مُّبِينٌ ﴿١٣﴾ ثُمَّ تَوَلَّوْا عَنْهُ وَقَالُوا مُعَلَّمٌ مَّجْنُونٌ ﴿١٤﴾ إِنَّا كَاشِفُو الْعَذَابِ قَلِيلًا ۚ إِنَّكُمْ عَائِدُونَ ﴿١٥﴾ يَوْمَ نَبْطِشُ الْبَطْشَةَ الْكُبْرَىٰ إِنَّا مُنتَقِمُونَ ﴿١٦﴾

Haa miim.(1) Demi Kitab (Al Quran) yang menjelaskan,(2) sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan.(3) Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah,(4) (yaitu) urusan yang besar dari sisi Kami. Sesungguhnya Kami adalah Yang mengutus rasul-rasul,(5) sebagai rahmat dari Tuhanmu. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui,(6) Tuhan Yang memelihara langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, jika kamu adalah orang yang meyakini.(7) Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang menghidupkan dan Yang mematikan (Dialah) Tuhanmu dan Tuhan bapak-bapakmu yang terdahulu.(8) Tetapi mereka bermain-main dalam keragu-raguan.(9) Maka tunggulah hari ketika langit membawa kabut yang nyata,(10) yang meliputi manusia. Inilah azab yang pedih.(11) (Mereka berdoa): "Ya Tuhan kami, lenyapkanlah dari kami azab itu. Sesungguhnya kami akan beriman".(12) Bagaimanakah mereka dapat menerima peringatan, padahal telah datang kepada mereka seorang rasul yang memberi penjelasan,(13) kemudian mereka berpaling daripadanya dan berkata: "Dia adalah seorang yang menerima ajaran (dari orang lain) lagi pula seorang yang gila".(14) Sesungguhnya (kalau) Kami akan melenyapkan siksaan itu agak sedikit sesungguhnya kamu akan kembali (ingkar).(15) (Ingatlah) hari (ketika) Kami menghantam mereka dengan hantaman yang keras. Sesungguhnya Kami adalah Pemberi balasan.(16) [Ad-Dukhaan : 1-16]

Demikian itulah azab dari Allah sebelum hari kiamat, ia berupa tanda pembenaran dan pengesahan terhadap Imam Mahdi Naser Muhammad Al-Yamani, kerana Allah akan menzahirkan diriku kepada kalian pada suatu malam sedang kalian dalam keadaan tunduk merendah diri lagi hina sekiranya kalian enggan dan menolak seruan dakwah untuk kembali kepada Allah SWT. Lalu siapakah yang dapat menyelamatkan kalian dari azab Allah yang pedih jika kalian orang-orang yang benar? Salam penghormatan ke atas para utusan dan segala pujian hanyalah layak bagi Allah, Tuhan Semesta Alam..

إمامُ المسلمين ومفتي العالمين الإمام المهدي ناصر محمد اليماني
Imam kaum muslimin, mufti bagi sekalian alam
Imam Mahdi Naser Muhammad Al-Yamani.
وكان هذا البيان حكماً بين المختلفين الذين أعلنوا على بعضهم بعضاً الحرب كما في الرابط أدناه:
Keterangan ini adalah sebuah keputusan hukum di antara orang-orang yang berselisih, yaitu orang-orang yang mengumumkan perang, sebahagian mereka ke atas sebahagian yang lain seperti yang terdapat di link berikut:
http://www.alarabiya.net/ar/arab-and...%8A%D8%A7.html

1 comment:

  1. Ad Daulatul Islamiyah Melayu
    Khilafah Islam Akhir Zaman

    Kami mengundang Kaum Mukminin-Mukminat
    Dari seluruh Dunia untuk bergabung bersama kami

    Menjadi Tentara Islam dan Mari Berjihad dalam Khilafah Islam
    demi Tegaknya Kedaulatan Dinul Islam.

    Tinggalkan Semua Kemusyrikan Mari Menjadi Bagian Bangsa Islam berdasar Aqidah Islam
    dan Kini Saatnya Meledakkan Api Jihad Akhir Zaman Mari Perangi Para Mulkan Jabriyan

    Kunjungi Undangan kami
    Kehadiran Anda kami tunggu di
    di http://khilafahislam.de.pl

    ReplyDelete